Wednesday, April 3, 2013

MENGENAL GAYA TANAMAN BONSAI



Gaya atau style tanaman bonsai bermacam-macam, ada puluhan macam gaya bonsai yang diterapkan oleh hobis, namun dari berbagai macam gaya atau style bonsai ini maka kita kelompokkan saja menjadi lima gaya dasar dalam bahasa jepang yang terdiri dari :
  • Chokkan - tegak lurus, formal upright
  • Tachiki - tegak, informal upright
  • Shakan - miring, slanting
  • Han kengai - setengah menggantung, semi cascading
  • Kengai - menggantung seperti air terjun, cascading

Semakin lama gaya bonsai ini semakin berkembang sebanding dengan banyaknya penggemar diseluruh dunia, bahkan gaya dalam dunia bonsai sekarang sudah tidak terhitung lagi. Sebagai contoh ada pada batang bonsai dipadu dengan ukiran ular naga, gaya melingkar, akar-akarnya terlihat, sebagian batangnya mati/dikerok, dahan bagian atas mati, mengelompok seperti hutan dan banyak lagi contoh lain. Tetapi berkembangnya gaya atau style bonsai ini tidak terlepas dari lima gaya dasar diatas.

Gambar Burung Elang si Hewan Berdarah Panas

Gambar Burung Elang si Hewan Berdarah Panas
Gambar Burung Elang si Hewan Berdarah Panas
Gambar Burung Elang si Hewan Berdarah Panas
Gambar Burung Elang si Hewan Berdarah Panas
Gambar Burung Elang si Hewan Berdarah Panas

Elang merupakan hewan berdarah panas sebagai pemangsa dan mempunyai makanan utama seperti hewan mamalia kecil seperti tikus, tupai dan ayam serta binatang-binatang kecillainnya. Terkadang hewan ini juga memangsa ikan di laut dengan sambarannya yang sangat cepat, karena burung ini mempunyai cakar yang sangat tajam dan kuat.

Cara Mendapatkan Bakal Bonsai

Berbagai macam cara apabila kita ingin mendapatkan bakalan bonsai. Kadang tanpa disengaja dengan mudah kita mendapatkannya. Terkadang kita sudah meluangkan waktu hanya untuk mencari dan berburu bakalan bonsai namun tidak mendapatkan bakalan bonsai yang kita inginkan. Kalau sudah begitu maka kita harus belajar dan mencari akal bagaimana caranya memperbanyak tanaman, memperbanyak dan memperoleh anakan atau bakalan bonsai :

Persemaian dari biji ; sawo, jeruk lingkit dewa daru, nam nam, dll, persemaian dari biji membutuhkan kesabaran dan butuh waktu yang cukup lama bahkan bertahun-tahun. Perbanyakan dari biji keununggulannya adalah dari gaya atau style yang kita rencanakan dari kecil.

Cangkok, stek, okulasi ; memperbanyak dengan cara mencangkok, stek, okulasi. Perbanyak dengan cara dapat dilakukan terhadap semua pohon atau tanaman yang memenuhi syarat bonsai lihat posting (bagaimama cara memperbanyak tanaman dengan cara mencangkok, okulasi stek)

Anakan dari akar ; mengambil anakan dari akar ini sangat mudah dilakukan, anakan akan tumbuh disekitar tanaman induknya, tumbuh dari akarnya (Ranting putri, tanaman sisir)

Dari alam ; kebanyakan jenis ficus dapat ditemukan menempel dipohon lain (diats pohon kelapa, kelapa sawit, pohon yang sebagian mati) menempel diatas bangunan tua, tumbuh dipinggiran sungai (Sepang), batu-batu karang, Keunggulan bakalan dari alam ini adalah bentuknya yg sudah terbentuk oleh alam (karena tiupan angin, kerdil karena kurang makanan)

Tuesday, April 2, 2013

Pesona Keindahan Bunga Lampion

Namanya jelas mengingatkan kita dengan pesta malam hari yang dihiasi oleh lampu yang menggantung dan terbungkus kertas. Kesan yang sama juga muncul saat melihat pertama kali bunga lampion yang tumbuh menggantung dan mempunyai bakal bunga berbentuk bulat ini.
Pemberian nama bunga sesuai dengan karakter memang banyak dilakukan, seperti bunga terompet yang bentuknya mirip dengan alat musik tiup. Kemudian ada juga bunga matahari yang mempunyai struktur besar dan berwarna kuning laiknya matahari. Ada juga bunga bangkai yang didasarkan punya bau busuk saat kelopak mekar.
Dari sini, akhirnya karakter bunga yang berwarna merah dan putih ini disebut sebagai bunga lampion. Lihat saja dari penempatan pot yang harus digantung, sudah menandakan bahwa bunga yang muncul akan menghadap ke bawah, sehingga posisi bunga akan terlihat menggantung bak lampion yang dipasang menggantung di teras rumah.

Selanjutnya yang memperkuat ciri dari lampu yang dikenal dari negeri China ini adalah bentuk bakal bunga yang membulat. Bulatan yang kemudian akan jadi bunga ini muncul di ujung tangkai dan menjuntai ke bawah. Bentuknya sepintas bakal daun ini sangat mirip dengan jenis tanaman ceplukan yang sering dijumpai di areal pesawahan. Hanya volumenya jauh lebih besar.

Bentuk menjuntai dengan satu bulatan besar yang nantinya memunculkan bunga yang putih, menjadikan bunga ini dikenal dengan sebutan bunga lampion. Meski tak mengeluarkan cahaya saat malam hari, tapi pesona tanaman yang tak begitu menyukai panas ini, membuat mata tertegun melihat keindahannya.

Kombinasi Merah-Putih
Kekuatan dari bunga ini memang dari warna merah solid dan putih bersih yang jadi satu di kelopak. Kombinasi ini jarang dimiliki oleh tanaman bunga lain. Terlebih dengan bentuk yang menggantung, membuat penikmat tanaman tak perlu repot untuk menunduk demi menikmatinya.

Saat hendak mekar, bakal bunga lampion ini akan membentuk bulatan merah mirip seperti buah yang menjulur ke bawah. Saat mekar, bulatan merah itu akan pecah dan di dalamnya akan muncul lembaran putih yang nantinya jadi bunga. Sementara bulatan merah ini kemudian melingkar ke arah atas, menjadikannya seperti pucuk yang sedang mekar. Sementara lembaran putih yang keluar mirip dengan helaian kain putih dan bersih.

Bila sudah muncul secara penuh, bentuk bunga memperlihatkan paduan warna yang eksotik, dimana bulatan merah mengisi di bagian atas dengan bentuk yang masih membulat, meski terlihat beberapa celah yang muncul. Sementara bagian bawahnya berpadu dengan warna putih yang mempunyai gerakan seperti lembaran kain yang menjuntai ke bawah.

Tak berhenti disitu, karena keindahan lain muncul dari tengah juntaian kelopak putih. Dari situ, muncul benang-benang berwarna merah yang jadi tempat keluarnya serbuk sari. Kombinasi bunga ini yang jadi satu kekuatan terbesar bagi penghobi untuk memilikinya sebagai koleksi.
Waktu mekar, bunga ini mampu mempertahankan struktur hingga satu minggu penuh. Jadi bunga mulai mekar hingga kembali layu, bisa dinikmati lebih lama. Bahkan bisa bertahan selama berbulan-bulan, bunga terus mekar secara bergantian, sehingga tak ada jeda bunga lampion menerangi rumah Anda.

Selain dari bunga struktur, tanaman ini juga memberikan pesona yang tak kalah menarik. Meski lebih dominan pada bunga, tapi struktur batang yang berwarna merah dan daun yang berbulu, membuatnya serasi dengan warna bunga. Apalagi bila diletakkan dalam pot gantung yang mempunyai desain klasik.

Humus Bambu dan Phospor
Untuk menghasilkan bunga lampion yang terus berbunga dan bisa bertahan lama, media dan perawatan memegang peranan vital. Untuk menghasilkan bunga yang baik, maka nutrisi harus lengkap, terutama untuk unsur makro NPK. Bila ingin mendapatkan bunga yang maksimal, tentu phospor (P) jadi pupuk yang mendapatkan porsi paling besar.

Zat tersebut akan memberikan rangsangan dan pertumbuhan lebih untuk proses generatif, yaitu pembentukan bunga. Untuk bentuk pupuk yang digunakan bisa beragam, tapi yang harus diperhitungkan adalah takaran pakai. Sebab, sangat tak benar memberikan pupuk secara berlebih untuk mempercepat pertumbuhan. Hasilnya tanaman bisa mati, karena over dosis

Altreatif pupuk organik tentu memberikan campuran media dengan menggunakan humus. Di sini, untuk bunga lampion akar pakis bisa dikombinasikan dengan humus bambu dengan perbandingan pakis 3 bagian dan humus 2 bagian. Jenisnya beragam, tapi humus bambu dinilai paling baik, karena mengandung phospor paling besar dibandingkan tanaman lainnnya.
Perawatannya mudah, karena tanaman ini bisa menyesuikan diri, baik di tempat bersuhu dingin maupun bersuhu hangat. Namun yang harus diperhatikan ada penyiraman, karena dengan posisi yang ada di atas, maka kontrol media tanam jauh lebih sulit, sehingga penting untuk memberikan jadwal rutin untuk penyiraman antara 1-2 kali dalam satu harinya.

Serap Debu

Penempatan bunga lampion di depan rumah selain memperindah dekorasi, juga bisa untuk menyerap dan menahan debu saat masuk dalam ruangan. Fungsi ini dimiliki dari struktur daun yang berbulu (trikoma). Bulu yang muncul tersebut mempunyai sifat yang lengket, sehingga akan menjebak debu yang melewatinya.

Bagi Anda yang mempunyai lokasi rumah di daerah berdebu seperti kawasan industri, tepi jalan atau di lokasi proyek, tanaman ini disarankan untuk dimiliki. Selain bunga lampion, ada beberapa tanaman lain yang punya kemampuan sama, yaitu trengguli, johar, dan flamboyan.

MODEL GAYA TANAMAN BONSAI


Tentukan Kualitas Hasil Jadi
Keindahan bonsai memang dilihat dari harmonisasi antara akar batang cabang, daun hingga keluarnya bunga pada jenis tertentu. Dari unsur yang akan membantuk satu keindahan yang harus diperhatikan dan menjadi satu syarat penting adalah arah gerakan dari bonsai. Sebab arah gerakan akan menentukan tema apa yang harus kita ambil untuk pertumbuhan selanjutnya.

Kualitas bonsai secara keseluruhan memang dilihat dari empat unsur yaitu gerak dasar, keserasian, kematangan dan terakhir adalah penjiwaan. Dari keempat unsur ini gerak dasar akan menempati posisi pertama sebagai dasar dari pembentukan bonsai. Sebab garak dasar bisa diibaratkan sebagai karater asli dari satu tanaman.

Meski gerak dasar merupakan kombinasi antara akar batang cabang, dan daun tapi juga ikut menilai dari model dan gaya bonsai yang terbentuk. Disitu akan banyak sekali kreasi yang muncul apalagi bila didukung dengan bakalan yang berkualitas tinggi. Sebab bagaimana pun arah gerakan bonsai akan mengikuti dari bakalan. Langkah ini diambil untuk menghindari adanya gerakan yang saling bertolak belakang dimana akhirnya akan mengurangi komposisi keindahan bonsai.

Ditingkat seniman bonsai memang tidak ada pakem pasti tentang gaya bonsai termasuk arah gerakan yang di inginkan. Sebab sebagai produk seni tentu akan menyesuaikan dengan aspirasi sang empu yang tentu berbeda satu dengan lainnya. Pengaruh terbesar selain dari psikologis masing masing penghobi juga dari jenis tanaman yang dimiliki.

Namun secara umum ada beberapa model dan gaya bonsai yang menjadi dasar pergerakan. Meski sebagai dasar namun kreasi selanjutnya tentu tidak akan sama satu dengan lainnya. Sebab dari setiap bakalan membawa satu kreasi tersendiri. “Saat mencari bakalan, disana pebonsai harus sudah menentukan konsep apa dan gerakan mana yang akan dipilih,” aku Bambang Hermawan pebonsai asal Sidoarjo ini.

Memang diakui bahwa bakalan yang didapat seluruhnya berasal dari alam sehingga pebonsai sangat sulit untuk mencari bentuk yang di inginkan. Dari sulitnya mendapatkan bakalan yang sesuai dengan keinginan maka dituntut satu kepekaan untuk menentukan arah gerakan dari bakalan yang dimiliki.

Resiko Gaya Mengantung 
Sebagai contoh untuk gaya turun/menggantung (cascade) sangat sulit di cari di alam sebab secara alami tanaman akan mengejar matahari dengan tumbuh keatas bukan menggantung. Darisitu untuk model gerakan menggantung harus mendapatkan bakalan yang sesuai dan itu biasanya berada di daerah tebing.

Kesultiannya adalah saat menginginkan gaya cascade namun tidak ada bakalan yang di miliki. Tentu solusinya adalah dengan melakukan kreasi dari bentuk asli menjadi bonsai yang bergaya menggantung. “Beberapa jenis bakalan bisa dilakukan proses penarikan batang namun hanya jenis tertentu saja,” imbuh Bambang. Jenis yang paling mudah untuk di tekuk biasanya dari jenis cemara seperti cemara duri yang masih lentur meski sudah berusia puluhan tahun.

Sebab untuk jenis ini punya kambium yang bisa diputar melingkar tanpa merusak peredaran nutrisi didalamnya. Selain itu jenis kawista juga punya struktur batang dan cabang yang lebih lentur. Namun untuk jenis lainnya jangan coba-coba untuk melakukannya sebab bila cabang patah maka pertumbuhan keatas seluruhnya akan mati antara lain untuk jenis sentigi.

Untuk pembentukan pada gaya cascade disitu top mahkota (kepala) tidak boleh lebih dari bibir pot untuk setengah menggantung. Namun untuk menggantung penuh maka kepala harus lebih dari bibir pot. Proses pengolahan yang harus disesuaikan untuk gaya ini adalah membuat cabang dan ranting untuk menyesuaikan dengan karakter batang yang menurun.

Gaya Tegak Lebih Aman

Gaya lain yang juga banyak diambil adalah bentuk yang lurus naik/tegak (bunjin). Gaya ini paling banyak diambil sebab akan menyesuaikan dnegan pertumbuhan tanaman yang mencari sinar matahari. Selain itu kreasi tekuk batang lewat proses pengkawatan (wiring) juga lebih sedikit.

Untuk gaya bunjin ini memang punya bentuk yang cukup ramah dimata atau familiar. Sebab gerakan yang keluar hampir sama dengan bentuk kecil dari pohon beringin dan tentunya makin mudah di mengerti tentu pasar yang diambil akan jauh lebih banyak

Dari gaya keatas ini yang harus diperhatikan adalah arah percabangan dari ranting dimana penentuan kepala harus tepat. Sebab semakin keatas jarak antar cabang semakin rapat sehingga harus ada konsep arah yang tepat terutama untuk bagian ranting. “Salah pada proses ranting bisa membuat bentuk kepala bonsai tidak tepat,” imbuh Bambang.
Pembentukan bonsai dengan gaya tegak lurus harus diawali dengan menentukan cabang yang akan digunakan sebagai kepala. Disitu batang yang berada diatasnya harus dipotong. Untuk pemotongan sebaiknya mengarah ke samping atau belakang agar bekas potongan tidak terlihat dari depan.

Gaya Miring Tampak Natural
Gaya lain yang juga banyak disukai adalah gaya miring. Untuk gerakan ini memang cukup digemari karena akan mengesankan tanaman ini tumbuh alami seperti halnya pohon yang hidup di lereng atau lahan yang miring.

Untuk menggarap teknik miring syaratnya bonsai harus mempunyai pangkal batang yang lebih besar dari pada pucuk batang. Ini diambil untuk memberikan kesan kuat untuk menahan posisi pohon. Bila pohon miring ke kanan berarti akar harus menjalar lebih kuat kearah kiri. Begitu juga sebaliknya untuk keseimbangan antar akar dan batang.

Untuk arah pertumbuhan cabang sendiri masih sama seperti halnya gaya bunjin namun untuk cabang dan ranting bonsai yang miring ke kanan harus lebih besar dibandingkan dengan bagian yang kiri. Begitu juga sebaliknya untuk mempertegas kesan miring pada batang dan keseimbangan pohon dengan akarnya
.
Pembentukan untuk gaya miring sendiri bisa dibuat dengan pengkawatan pada batang dan ditarik untuk merubah arah tumbuh kesamping. Dari proses ini maka secara perlahan batang akan tumbuh miring dengan sendirinya. Untuk cabang yang tidak diinginkan sebaiknya dibuang. Arah percabangan lebih baik bila di sejajarkan dengan permukaan tanah 

“Pada gaya miring ini juga bisa dikombinasikan dengan gaya tertiup angin dimana cabang dan ranting juga mengikuti arah batang untuk mengesankan tanaman sedang tertiup angin,” pungkas Bambang.

Berkenalan Dengan Si Anting Putri Yang Menawan


Namanya mengingatkan pada aksesori perempuan, anting-anting. Bunganya yang mungil dan menggantung cantik, terlebih jika dibentuk menjadi bonsai, dimana bunga putihnya akan terlihat lebih dominan dan menarik perhatian. Namanya mengingatkan pada aksesori perempuan, anting-anting. Bunganya yang mungil dan menggantung cantik, terlebih jika dibentuk menjadi bonsai, dimana bunga putihnya akan terlihat lebih dominan dan menarik perhatian. Mengapa tanaman cantik bernama latin Wrightia religiosa ini digemari dalam bentuk bonsai dan sangat populer? Yuk, kita berkenalan dengan Si Anting Putri yang menawan ini.

Tanaman Yang Bandel
Ya, tanaman ini memang bandel. Menurut pembudidaya tanaman, Wawan, yang juga pemilik nursery Wawan Flora di kawasan Sawangan, Depok, tanaman ini bisa tumbuh di mana saja dengan mudah. "Tancapkan saja batangnya di sembarang tempat, pasti langsung tumbuh. Bahkan di dalam air sekalipun, " paparnya. 

Tanaman yang asalnya dari Batam ini sangat cocok dengan cuaca panas yang cukup. Apabila ditanam di tempat yang berudara dingin atau dataran tinggi, tanaman ini tidak akan tumbuh sebaik di daerah panas. 

Uniknya lagi, daun dan bunganya akan terlihat makin indah apabila tanaman ini dijadikan tanaman bonsai, karena Anda dapat secara langsung menikmati keindahannya dan fokus mata akan tertuju pada bunga, daun, dan tajuknya. 

Sayangnya, apabila tanaman ini ditanam di atas tanah atau di luar rumah dengan tinggi yang maksimal, tanaman ini akan terlihat ‘biasa' saja dan tak tampak terlalu istimewa sebagai tanaman hias, layaknya tanaman peneduh pada umumnya saja. 

Namun, akhir-akhir ini mulai kembali banyak permintaan akan tanaman bonsai anting putri. Oleh karena peminatnya cukup banyak, anting putri jadi primadona baru dari jenis tanaman bonsai. Bagi pecinta tanaman hias pemula, memang belum banyak yang mengenal tanaman ini. Sebaliknya, bagi para kolektor dan pehobi jenis tanaman bonsai mereka pasti berlomba untuk memilikinya. 

Bonsai Lebih Rewel 
Kendati tanaman hias ini mampu tumbuh di mana saja, dalam memeliharanya yang khusus dibonsai tetap memerlukan ketelatenan khusus, tidak seperti halnya tanaman hias biasa. Anda harus lebih memperhatikan pertumbuhan terutama batang dan daunnya. 

Bentuknya yang mini juga membutuhkan ketelitian khusus dalam perawatan. Pemangkasan pun tidak boleh dilakukan secara sembrono, salah-salah bentuk tajuknya tidak akan sesuai dengan yang Anda harapkan. 

Sebaliknya, apabila ditanam di atas tanah sebagai tanaman hias ataupun pelengkap taman, perawatannya memang tidak akan serewel bonsainya. Akan tetapi, agar anting putri tumbuh baik, tetap harus diperhatikan mulai dari pemilihan jenis tanaman, media tanam, cara penanaman, dan pemeliharaannya. 

Untuk memilih anting putri yang baik, Anda dapat memilih yang batangnya kuat dan bentuknya unik. Anting putri memang dikenal mempunyai batang kuat, sehingga apabila dililitkan kawat pun tumbuhnya akan tetap baik. 

Makanya tak heran bila tanaman ini sangat cocok dijadikan tanaman bonsai, selain bentuk daun dan bunganya yang imut-imut. Harga anting putrid jenis biasa berkisar antara Rp100-200 ribu, sedangkan jenis bonsai bisa mencapai Rp 2,5 juta. 

Media tanamnya dapat dipilih campuran pasir, tanah, dan humus. Pada saat awal ditanam, sebaiknya memang harus ada kawat pengikat yang kuat di antara batang dan pot agar tumbuh tegak, karena akar yang ditanam di media tanam yang baru cenderung masih kurang kuat menahan tanaman. 

Setelah itu, diamkan tanaman selama dua minggu dan siram yang cukup (1 kali sehari, pagi atau sore saja) di bawah naungan atau paranet. Setelah dua minggu,baru boleh terkena cahaya matahari secukupnya. Jika sudah keluar tunas daun baru, tanaman anting putri terutama yang bonsai siap didesain. 

Desain Unik 
Untuk mendesain bonsai anting putri memang diperlukan keahlian, ketelatenan, dan keterampilan khusus, agar bentuk batangnya terlihat lebih indah, berkarakter, dan memberi nilai lebih kepada tanaman itu sendiri. 

Selanjutnya, pemeliharaan juga penting dilakukan. Bentuk yang indah saja rasanya tak cukup bila tak dirawat, bukan? Apabila Anda tidak mengetahui secara khusus cara merawatnya, boleh saja, kok, bertanya kepada ahlinya di berbagai nursery atau membeli buku khusus cara menanam dan memelihara tanaman bonsai. 

Pemangkasan dilakukan khususnya untuk daun-daun yang mulai menguning. Caranya, cukup diguntingi atau dicabuti saja. Namun, hati-hati pada saat mencabutnya, jangan sampai daun mudanya ikut rontok. 

Sebaiknya pegang batangnya yang kuat lalu perlahan cabuti daun tuanya. Dapat pula dilakukan pemotongan ranting pada saat bersamaan. Penyiraman dilakukan 1 kali sehari, dan sebaiknya air jangan sampai mengendap di tanah agar akarnya tak mudah membusuk. 

Cahaya penuh sangat baik untuk tanaman bonsai. Pemupukan cukup dilakukan sebulan sekali dengan pemberian NPK. Dan yang tidak kalah penting adalah repotting atau mengganti media tanam yang dapat dilakukan 3 tahun sekali saja, pada tanaman bonsai. 

Nah, selamat menghiasi rumah Anda dengan bonsai anting putri. Dengan space yang kecil saja sudut-sudut rumah ataupun di atas meja, Anda sudah dapat memiliki tanaman indah yang akan turut mempercantik, menyejukkan, dan menyegarkan rumah Anda.

Tips Bakalan Bonsai Anting Putri

Bakalan Bonsai Anting Putri
Tanaman Anting Putri, akhir-akhir ini mulai banyak dilirik untuk dijadikan bonsai bagi sebagian penggemar bonsai. Jenis tanaman ini sudah pernah saya posting sebelumnya, sangat bandel, tahan terhadap penyakit, kutu-kutuan, serangga dan perlu di ingat mudah sekali diperbanyak, bisa dari stek ujungnya, atau perbanyakan dari akar.

Berdasarkan pengalaman sudah kurang lebih dari 15 tahun meliharanya dan merawatnya, perbanyakan dari akar yang saya pilih, dengan memisahkan anakan dari pot utama, lalu ditanam dipekarangan. Perlakuan ini sangat mudah, kita biarkan saja tumbuh di halaman sambil sesekali di pangkas, maka bakalan bonsai Anting Putri akan kita dapatkan dengan mudah. Empat sampai lima tahun kita biarkan di halaman akan mendapat bakalan yang mempunyai diameter lumayan besar.

Pemeliharaan anakan yang kita pisahkan dari dalam pot dan di tanam d ihalaman tidak memerlukan perawatan khusus, sesekali kita pangkas, pilih cabang yang nantinya akan kita jadi sebagai cabang utama. Hanya kekurangan dari bakalan yang kita tanam di halaman rumah adalah bekas potongan dahan cukup lama hilang atau untuk kembali semula. Namun hal itu bisa kita manipulasi dengan meletakkan bekas sayatan atau potongan pada bagian belakang, atau dengan membuat Urok istilah Jepangnya lobang pohon yang kelihatan seperti dimakan usia.

Bau harum bunga yang khas dari tanaman ini, kelopak berwarna putih kecil, tanaman yang sehat akan selalu tumbuh bunga. Untuk membuat Mame Bonsai Anting Putri tidak lah terlalu sulit namun juga tidak mudah, perlu perlakuan khusus. Pot yang kecil dengan media yang sedikit akan menyulitkan tanaman ini tumbuh sehat. Dengan pot yang berukuran mini ditambah tatakan air, Anting Putri akan lebih manis dilihat.